ISI Yogyakarta Dorong Inovasi Desain Furnitur Bambu Sleman untuk Pasar Global

ISI Yogyakarta Dorong Inovasi Desain Furnitur Bambu Sleman untuk Pasar Global

SLEMAN, VIVA Jogja – Bambu telah lama dikenal sebagai material alami yang kuat, ringan, elastis serta mudah dibudidayakan, serta memiliki peran penting dalam kehidupan masayarakat Indonesia.

Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai tantangan terbesar dalam pengolahan produk bambu adalah keterbatasan kapasitas pelaku usaha kecil dalam mengembangkan desain inovatif, sehingga produk yang dihasilkan cenderung monoton, saling meniru dan menimbulkan persaingan harga ketat.

Keterbatasan tersebut membuat produk bambu tidak mampu bersaing di pasar global yang menuntut produk mebel bambu yang lebih variatif, fungsional, dan estetis.

Untuk menjawab tantangan tersebut, melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dari Kemendiktisaintek bertajuk “ Pengembangan Desain Kerajinan Furniture Bambu Tradisional Untuk Merespon Pasar Global”, dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan program Pelatihan Pengembangan Desain Furniture Tradisional “Lincak” sebagai produk unggulan Kabupaten Sleman.

Di sinilah peran akademisi khususnya penting pada tahap kreasi melalui pengembangan desain yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat memperkuat daya saing produk lokal, mendorong pelestarian seni tradisi, serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.

Program ini digagas oleh tim dosen ISI Yogyakarta yakni Martino Dwi Nugroho, Ismael Setiawan, Danang Febriyantoko, Yulianto Purwono Prihatmaji dan dibantu oleh mahasiswa ISI Yogyakarta yakni Muhammad Fikri Hanafi, Zafirah Sitty Hartania Aurellia, dan Aldi Rianafaldo yang berkolaborasi dengan Mitra Utama Rosse Bambu. Program ini juga bermitra dengan Yayasan Bambu Saktya Mulia dan Bambooland.

Ketua tim PISN ISI Yogyakarta Martino Dwi Nugroho mengatakan program ini diusulkan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi kerajinan bambu Sleman sehingga dapat menjadi produk unggulan, khususnya bagi mitra terpilih, yaitu Rosse Bambu adalah dengan membangun kapasitas sumberdaya manusia pelaku industri bambu dalam menghasilkan produk baru yang sesuai tuntutan pasar.

Rosse Bambu, sebagai salah satu kelompok usaha kerajinan di sentra industri bambu Gentan, Seyegan, merupakan mitra potensial yang cukup produktif dalam menghasilkan berbagai produk berbasis bambu, seperti furniture. Kendala yang dihadapi oleh Rosse Bambu sama dengan kebanyakan pengrajin bambu di Sleman, yaitu terkait inovasi desain.

“Produk kerajinan yang dihasilkan sejauh ini masih mengikuti desain dari pemesan (buyer) dan sepuluh tahun terakhir ini belum ada perkembangan yang signifikan.Kendala tersebut tidak hanya menghambat daya saing kelompok saja, tetapi juga melemahkan posisi industri bambu Sleman sebagai komoditas unggulan daerah,” kata Martino, Senin 10 November 2025.

“Dengan adanya workshop pengembangan desain dapat memberikan kontribusi terkait dwsain sehingga produk-prosuk terutama Lincak bisa bersaing di pasar global” imbuh Martino.

Martino menceritakan pihaknya menggelar 0elatihan selama enam hari yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 -30 Oktober dan 3 -5 Novermber 2025 bertempat di Yayasan Bambu Saktya Mulia dan Rosse Bambu. Pelatihan, lanjut Martinoterbagi menjadi 2 sessi yaitu Sesi Bamboo Design Camp dan Produksi.

Martino menuturkan pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pengrajin. Melalui pelatihan ini telah dihasilkan 10 karya desain lincak yang mempunyai system knockdown dan folding. “Program ini juga akan menghasilkan 2 buah prototype lincak yang terdiri dari kursi dan meja yang mempunyai system knockdown dan folding. Prototype tersebut rencananya akan diserahkan kepada Dinas Perindustrian dan koperasi Kabupaten Sleman sebagai model pengembangan Desain Lincak khas Sleman,” tutup Martino.

Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Senin, 10 November 2025 – 20:04 WIB
Judul Artikel : ISI Yogyakarta Dorong Inovasi Desain Furnitur Bambu Sleman untuk Pasar Global
Link Artikel : https://jogja.viva.co.id/edukasi/5167-isi-yogyakarta-dorong-inovasi-desain-furnitur-bambu-sleman-untuk-pasar-global

Oleh : Fuska Sani Evani/Cahyo Purnomo Edi

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDIndonesian