Perkuat Riset Seni dan Budaya, 27 Proposal ISI Yogyakarta Raih Pendanaan Kemdiktisaintek 2026

Perkuat Riset Seni dan Budaya, 27 Proposal ISI Yogyakarta Raih Pendanaan Kemdiktisaintek 2026

LPPM ISI Yogyakarta mencatat capaian positif dalam pendanaan Program Riset dan Pengembangan Tahun 2026 yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi. Berdasarkan pengumuman resmi kementerian, sebanyak 27 proposal dosen Institut Seni Indonesia Yogyakarta berhasil memperoleh pendanaan.

Proposal yang lolos terdiri atas 14 proposal Program Penelitian, 12 proposal Program Pengabdian kepada Masyarakat, dan 1 proposal Program Hilirisasi Riset Prioritas. Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya berkelanjutan LPPM ISI Yogyakarta dalam memperkuat budaya riset dan pengabdian di lingkungan ISI Yogyakarta.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa riset dan pengabdian berbasis seni, budaya, desain, dan media kreatif semakin diakui sebagai bagian penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan sekaligus solusi sosial bagi masyarakat. Berbagai proposal yang memperoleh pendanaan mengangkat tema-tema strategis dan kontekstual, mulai dari terapi musik, animasi, budaya visual, desain ruang inklusif, permainan digital, kriya, hingga pelestarian seni tradisi dan pemberdayaan komunitas.

Ketua LPPM ISI Yogyakarta menyampaikan bahwa capaian tersebut merupakan hasil dari proses pendampingan, penguatan kapasitas akademik, serta komitmen dosen dalam mengembangkan riset dan pengabdian yang berdampak. Selain menjadi indikator produktivitas akademik, keberhasilan pendanaan juga mencerminkan semakin kuatnya kontribusi perguruan tinggi seni dalam menjawab berbagai persoalan masyarakat melalui pendekatan seni dan budaya.

“LPPM terus mendorong pengembangan riset dan pengabdian yang tidak berhenti pada luaran akademik, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, komunitas, pemerintah daerah, serta memperkuat industri kreatif berbasis budaya,” ujarnya.

Tema-tema proposal yang lolos menunjukkan luasnya kontribusi sivitas akademika ISI Yogyakarta terhadap berbagai isu strategis. Sejumlah penelitian dan program pengabdian menyoroti persoalan kesehatan mental, literasi digital, pendidikan anak, pencegahan perundungan, ketangguhan masyarakat dalam menghadapi bencana, pemberdayaan difabel, pengembangan desa wisata, hingga penguatan UMKM kreatif berbasis kearifan lokal.

Dalam skema Program Penelitian, proposal yang didanai menunjukkan penguatan riset lintas disiplin di bidang seni dan desain, termasuk pengembangan media pembelajaran, eksplorasi budaya visual, inovasi ruang dan lingkungan, serta transformasi warisan budaya ke dalam pendekatan kreatif yang lebih adaptif.

Sementara itu, pada Program Pengabdian kepada Masyarakat, dominasi proposal berbasis inovasi seni nusantara memperlihatkan konsistensi ISI Yogyakarta dalam mengembangkan praktik pemberdayaan masyarakat melalui seni dan budaya. Program-program tersebut mencakup penguatan seni tradisi, kolaborasi lintas medium, pengembangan wisata budaya, inovasi kriya, hingga pemberdayaan komunitas inklusif.

Melalui capaian ini, LPPM ISI Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset dan pengabdian yang berkualitas, kolaboratif, inovatif, serta berorientasi pada kemanfaatan publik dan pelestarian budaya.

Cari
Kategori

Bagikan postingan ini

id_IDIndonesian