Pameran Hasil Binaan Program Pengabdian Masyarakat LPPM ISI Yogyakarta Tahun 2020

Tanggal 16 -18 Desember 2020 dilaksanakan pameran hasil binaan LPPM ISI Yogyakarta melalui kegiatan penyuluhan seni dan P3Wilsen di wilayah DIY dan sekitarnya. Pada pameran ini ditampilkan tidak kurang dari 150 produk yang dibuat oleh 24 UMKM.

produk yang ditampilkan berupa kain batik, gerabah, lampu hias, wall décor, topeng, daur ulang sampah, dan sebagainya. Gelar produk di Gedung Serbaguna ISI Yogyakarta tetap dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat mengingat masih dalam masa pandemic covid 19.

Terlihat semangat yang tetap tinggi dari panitia dan UMKM peserta pameran. Pameran ini dibuka oleh Prof. Dr. M. Agus Burhan, M. Hum yang saat ini menjabat Rektor ISI Yogyakarta.

Pameran ini ini salah satu bentuk pelaporan hasil kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa dan dosen. Selain itu, pameran ini memiliki tujuan untuk mengevaluasi hasil kerja pengabdian di masyarakat.

Selama ini LPPM ISI Yogyakarta memiliki kegiatan penyuluhan seni dan program pembinaan dan pengembangan wilayah seni. Penyuluhan seni memiliki sasaran pembinaan untuk masyarakat yang memiliki kegiatan seni dalam tahapan pemula atau baru menumbuhkan kegiatan seni. Selama penyuluhan seni berlangsung, dosen dan mahasiswa memberikan pelatihan-pelatihan untuk perbaikan kualitasnya.

P3Wilsen banyak diminati oleh masyarakat di desa-desa karena masyarakat terdampingi oleh 6 (enam) mahasiswa dan 2 (dua) dosen. Potensi seni berbasis kewilayahan dikembangkan untuk kepentingan konservasi dan ekonomi.

Dalam kesempatan pameran ini, Prof. Dr. M. Agus Burhan, M. Hum selaku Rektor ISI Yogyakarta menyampaikan bahwa pengembangan wilayah seni di beberapa daerah telah mulai menunjukkan hasilnya. Beberapa potensi wilayah, seperti di DIY, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan provinsi lainnya telah diberdayakan menjadi sentra-sentra industri kerajinan yang cukup maju.

Sebagai contoh perajin batik di Karanganyar, yang awalnya menjadi buruh di perusahaan batik telah berubah menjadi sentra industri batik. Demikian pula sentra keramik di Bojonegoro, melalui sentuhan kegiatan pengembangan seni dapat memajukan industri keramiknya. Kemandirian perekonomian masyarakat dapat diraih dengan memberikan penguatan dan pemberdayaan potensi seninya.

Ketua LPPM ISI Yogyakarta, Dr. Nur Sahid, M. Hum dalam kesempatan ini juga menjelaskan bahwa diantara kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui penyuluhan dan P3Wilsen memiliki tujuan membina dan mengembangkan potensi seni yang dimiliki masyarakat. Sasaran jangka panjang adalah terciptanya kemandirian masyarakat secara ekonomi melalui sektor ekonomi kreatif.

Ketua LPPM juga memberikan apresiasi yang cukup tinggi kepada dosen dan mahasiswa yang telah gigih melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat meskipun menghadapi kendala pandemik covid 19 saat ini.

Sebelumnya, Bapak Sigit selaku ketua kelompok seni di Desa Gulon, Kabupaten Magelang mengucapkan rasa terima kasihnya kepada LPPM ISI Yogyakarta. “Kami memiliki kebanggaan setelah mendapatkan pembinaan seni tari dari dosen dan mahasiswa ISI Yogyakarta, karena saat ini kami memiliki tarian baru yang benar-benar memukau”, ujar beliau pada akhir P3Wilsen kemarin. Kini topeng karya perajin di wilayah ini juga ikut dipajang dalam pameran.

Pameran ini memberikan motivasi bagi ISI Yogyakarta melalui kegiatan pengebdian kepada masyarakatnya. Selain itu masyarakat juga antusias menanti kegiatan selanjutnya. Beberapa wilayah di DIY dan provinsi lain telah mengajukan untuk pembinaan seni di tahun 2021. Ini perlu ditindak lanjuti oleh LPPM melalui kegiatan penyuluhan seni, P3Wilsen, workshop seni, dan pameran.

Kontributor: Agung Wicaksono, M.Sn.