{"id":10847,"date":"2025-11-13T08:17:00","date_gmt":"2025-11-13T01:17:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/?p=10847"},"modified":"2025-11-13T11:25:37","modified_gmt":"2025-11-13T04:25:37","slug":"mahasiswa-isi-yogya-dan-lansia-di-gunungkidul-hidupkan-lagi-kesenian-thoklik","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/2025\/11\/13\/mahasiswa-isi-yogya-dan-lansia-di-gunungkidul-hidupkan-lagi-kesenian-thoklik\/","title":{"rendered":"Mahasiswa ISI Yogya dan Lansia di Gunungkidul Hidupkan Lagi Kesenian Thoklik"},"content":{"rendered":"<p>Mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar program pemberdayaan lansia di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini memanfaatkan kesenian tradisional thoklik dan gejog lesung sebagai media pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan sosial. Kegiatan bertajuk \u201cPanen Kisah, Tumbuh Bersama: Seni dan Keberdayaan di Desa Ramah Lansia\u201d ini menjadi bagian dari rangkaian ISI Jogja Berdampak 2025.<\/p>\n<p>Melalui program tersebut, kesenian digunakan untuk menjaga kesehatan jasmani dan psikososial para lansia. Ketua kelompok tani Desa Gading, Sumpoyo, mengatakan bahwa aktivitas berkesenian menjadi sarana yang efektif untuk menjaga semangat hidup warga lanjut usia.<\/p>\n<p>\u201cBerkesenian thoklik dapat menyehatkan para lansia. Karena sehat, para lansia pun senang tanpa harus mengeluarkan biaya yang besar. Berbeda dengan melancong yang tentu butuh biaya. Dengan modal sekali, kesenian dapat berjalan seterusnya,\u201d ujar Sumpoyo dalam keterangan resmi yang diterima Pandangan Jogja, Rabu (12\/11).<\/p>\n<figure><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvw501enhkcy7068eqyt0z-640x480.webp\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvw501enhkcy7068eqyt0z-640x480.webp 640w, https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvw501enhkcy7068eqyt0z-463x348.webp 463w, https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvw501enhkcy7068eqyt0z-400x300.webp 400w\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" \/><figcaption><span style=\"font-size: 11px;\">(Suasana latihan kelompok seni \u201cPaguyuban Thoklik Lansia Bugar Ngudi Budoyo\u201d di Desa Gading, Gunungkidul. Foto: Dok. Istimewa)<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Kesenian thoklik merupakan permainan musik berbasis kentongan yang dahulu berfungsi sebagai alat komunikasi dan pengamanan malam di desa. Sementara gejog lesung, yang berasal dari tradisi menumbuk padi, kini berkembang menjadi pertunjukan komunal yang melibatkan banyak warga.<\/p>\n<p>Selain kegiatan seni, mahasiswa ISI Yogyakarta juga memberikan pendampingan Posyandu Lansia berupa pemeriksaan kesehatan dan senam bersama. Acara yang berlangsung pada 14 Oktober 2025 ini turut menghadirkan penyuluhan bagi kelompok tani dan pelaku seni desa.<\/p>\n<p>Penyuluh pertanian Isro Hariadi menekankan pentingnya regenerasi petani di Gunungkidul. \u201cMayoritas petani di Gunungkidul adalah lansia. Relasi pertunjukan seni dengan pertanian sangat kuat, sebagaimana ritual wiwitan dan merti dusun yang sarat seni budaya,\u201d ujar Isro.<\/p>\n<figure><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter\" src=\"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvws8pexwq5jsaspkw5a8h-640x480.webp\" sizes=\"(max-width: 640px) 100vw, 640px\" srcset=\"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvws8pexwq5jsaspkw5a8h-640x480.webp 640w, https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvws8pexwq5jsaspkw5a8h-463x348.webp 463w, https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvws8pexwq5jsaspkw5a8h-400x300.webp 400w\" alt=\"\" width=\"640\" height=\"480\" \/><figcaption><span style=\"font-size: 11px;\">(Penampilan kelompok kesenian thoklik dan gejog lesung di Desa Gading, Gunungkidul, yang melibatkan warga lansia dan mahasiswa ISI Yogyakarta. Foto: Dok. Istimewa)<\/span><\/figcaption><\/figure>\n<p>Sementara itu, penyuluh ekonomi kreatif dan desa wisata Fery Setyaningrum menjelaskan keterkaitan antara kegiatan kesenian desa dengan peluang ekonomi.<\/p>\n<p>\u201cPertunjukan seni terhubung langsung dengan potensi ekonomi kreatif, wirausaha, dan pariwisata. Maraknya wisata pantai di pesisir Gunungkidul dapat mengangkat keunggulan wisata daerah lainnya, termasuk wisata pertanian atau argowisata,\u201d kata Fery.<\/p>\n<p>Dosen pelaksana kegiatan Daniel de Fretes, Yoga Supeno, dan Sagaf Faozata Adzkia menuturkan bahwa kegiatan ini merupakan contoh penerapan konsep art-integrated atau integrasi seni lintas disiplin di masyarakat.<\/p>\n<p>\u201cKegiatan pemberdayaan masyarakat ini memberikan dampak nyata bagi kelompok seni binaan dan warga desa. Sebagai wujud tridarma pengabdian masyarakat, program ini sangat mendukung Asta Cita yaitu membangun desa,\u201d ujar Daniel.<\/p>\n<p><em>Konten ini telah tayang di kumparan.com dengan judul \u201cMahasiswa ISI Yogya dan Lansia di Gunungkidul Hidupkan Lagi Kesenian Thoklik\u201d,<br \/>\nKlik untuk baca: https:\/\/kumparan.com\/pandangan-jogja\/26EJ6yAv9X3<br \/>\n<\/em><\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Mahasiswa dan dosen Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menggelar program pemberdayaan lansia di Desa Gading, Kecamatan Playen, Kabupaten Gunungkidul. Program ini memanfaatkan kesenian tradisional thoklik dan gejog lesung sebagai media pelestarian budaya sekaligus peningkatan kesejahteraan sosial. Kegiatan bertajuk \u201cPanen Kisah, Tumbuh Bersama: Seni dan Keberdayaan di Desa Ramah Lansia\u201d ini menjadi bagian dari rangkaian ISI [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10849,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[242,36],"tags":[245,175,132,244,226,59,144,54,246],"class_list":["post-10847","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-abdimas-dppm","category-berita","tag-gunungkidul","tag-isi-surakarta","tag-isi-yogyakarta","tag-kampus-berdampak","tag-kemdiktisaintek","tag-lppm","tag-pengabdian-masyarakat","tag-perguruan-tinggi","tag-thoklik"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvtvjghb2y4e4vkejsgptt-1024x445.webp",1024,445,true],"list":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvtvjghb2y4e4vkejsgptt-463x348.webp",463,348,true],"medium":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvtvjghb2y4e4vkejsgptt-300x200.webp",300,200,true],"full":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/01k9vvtvjghb2y4e4vkejsgptt.webp",1024,682,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10847","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10847"}],"version-history":[{"count":11,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10847\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10864,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10847\/revisions\/10864"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10849"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10847"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10847"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10847"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}