{"id":10778,"date":"2025-11-11T09:00:00","date_gmt":"2025-11-11T02:00:00","guid":{"rendered":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/?p=10778"},"modified":"2025-11-13T10:48:17","modified_gmt":"2025-11-13T03:48:17","slug":"isi-yogyakarta-dorong-inovasi-desain-furnitur-bambu-sleman-untuk-pasar-global","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/2025\/11\/11\/isi-yogyakarta-dorong-inovasi-desain-furnitur-bambu-sleman-untuk-pasar-global\/","title":{"rendered":"ISI Yogyakarta Dorong Inovasi Desain Furnitur Bambu Sleman untuk Pasar Global"},"content":{"rendered":"<div data-elementor-type=\"wp-post\" data-elementor-id=\"10778\" class=\"elementor elementor-10778\" data-elementor-post-type=\"post\">\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-section elementor-top-section elementor-element elementor-element-2bfc3eb6 elementor-section-boxed elementor-section-height-default elementor-section-height-default\" data-id=\"2bfc3eb6\" data-element_type=\"section\" data-e-type=\"section\">\r\n\t\t\r\n\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-container elementor-column-gap-default\">\r\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-column elementor-col-100 elementor-top-column elementor-element elementor-element-3f884a8 h-100\" data-id=\"3f884a8\" data-element_type=\"column\" data-e-type=\"column\">\r\n\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-wrap elementor-element-populated\">\r\n\t\t\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-70c2b858 e-con-full e-flex e-con e-parent\" data-id=\"70c2b858\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-8fd69a3 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"8fd69a3\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>SLEMAN, VIVA Jogja &#8211; Bambu telah lama dikenal sebagai material alami yang kuat, ringan, elastis serta mudah dibudidayakan, serta memiliki peran penting dalam kehidupan masayarakat Indonesia.<\/p><p>Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai tantangan terbesar dalam pengolahan produk bambu adalah keterbatasan kapasitas pelaku usaha kecil dalam mengembangkan desain inovatif, sehingga produk yang dihasilkan cenderung monoton, saling meniru dan menimbulkan persaingan harga ketat.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t\t\t<\/div>\r\n\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9681895 e-con-full e-flex e-con e-parent\" data-id=\"9681895\" data-element_type=\"container\" data-e-type=\"container\">\r\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-26710346 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"26710346\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Keterbatasan tersebut membuat produk bambu tidak mampu bersaing di pasar global yang menuntut produk mebel bambu yang lebih variatif, fungsional, dan estetis.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7f29bdec elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7f29bdec\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Untuk menjawab tantangan tersebut, melalui Program Inovasi Seni Nusantara (PISN) dari Kemendiktisaintek bertajuk \u201c Pengembangan Desain Kerajinan Furniture Bambu Tradisional Untuk Merespon Pasar Global\u201d, dosen dan mahasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menghadirkan program Pelatihan Pengembangan Desain Furniture Tradisional \u201cLincak\u201d sebagai produk unggulan Kabupaten Sleman.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2c946fa4 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"2c946fa4\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Di sinilah peran akademisi khususnya penting pada tahap kreasi melalui pengembangan desain yang kreatif dan inovatif, sehingga dapat memperkuat daya saing produk lokal, mendorong pelestarian seni tradisi, serta meningkatkan kesejahteraan Masyarakat.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-077bbc5 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"077bbc5\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Program ini digagas oleh tim dosen ISI Yogyakarta yakni Martino Dwi Nugroho, Ismael Setiawan, Danang Febriyantoko, Yulianto Purwono Prihatmaji dan dibantu oleh mahasiswa ISI Yogyakarta yakni Muhammad Fikri Hanafi, Zafirah Sitty Hartania Aurellia, dan Aldi Rianafaldo yang berkolaborasi dengan Mitra Utama Rosse Bambu. Program ini juga bermitra dengan Yayasan Bambu Saktya Mulia dan Bambooland.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-36d7f31 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"36d7f31\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Ketua tim PISN ISI Yogyakarta Martino Dwi Nugroho mengatakan program ini diusulkan untuk meningkatkan kualitas dan inovasi kerajinan bambu Sleman sehingga dapat menjadi produk unggulan, khususnya bagi mitra terpilih, yaitu Rosse Bambu adalah dengan membangun kapasitas sumberdaya manusia pelaku industri bambu dalam menghasilkan produk baru yang sesuai tuntutan pasar.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-2fb0e85 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"2fb0e85\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Rosse Bambu, sebagai salah satu kelompok usaha kerajinan di sentra industri bambu Gentan, Seyegan, merupakan mitra potensial yang cukup produktif dalam menghasilkan berbagai produk berbasis bambu, seperti furniture. Kendala yang dihadapi oleh Rosse Bambu sama dengan kebanyakan pengrajin bambu di Sleman, yaitu terkait inovasi desain.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-9a85291 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"9a85291\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>\u201cProduk kerajinan yang dihasilkan sejauh ini masih mengikuti desain dari pemesan (buyer) dan sepuluh tahun terakhir ini belum ada perkembangan yang signifikan.Kendala tersebut tidak hanya menghambat daya saing kelompok saja, tetapi juga melemahkan posisi industri bambu Sleman sebagai komoditas unggulan daerah,&#8221; kata Martino, Senin 10 November 2025.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-e9a8e86 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"e9a8e86\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>&#8220;Dengan adanya workshop pengembangan desain dapat memberikan kontribusi terkait dwsain sehingga produk-prosuk terutama Lincak bisa bersaing di pasar global\u201d imbuh Martino.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-c2ac372 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"c2ac372\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Martino menceritakan pihaknya menggelar 0elatihan selama enam hari yang telah dilaksanakan pada tanggal 28 -30 Oktober dan 3 -5 Novermber 2025 bertempat di Yayasan Bambu Saktya Mulia dan Rosse Bambu. Pelatihan, lanjut Martinoterbagi menjadi 2 sessi yaitu Sesi Bamboo Design Camp dan Produksi.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-f4d9da2 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"f4d9da2\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p>Martino menuturkan pelatihan ini diikuti oleh 20 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pengrajin. Melalui pelatihan ini telah dihasilkan 10 karya desain lincak yang mempunyai system knockdown dan folding. &#8220;Program ini juga akan menghasilkan 2 buah prototype lincak yang terdiri dari kursi dan meja yang mempunyai system knockdown dan folding. Prototype tersebut rencananya akan diserahkan kepada Dinas Perindustrian dan koperasi Kabupaten Sleman sebagai model pengembangan Desain Lincak khas Sleman,&#8221; tutup Martino.<\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-element elementor-element-7eed1c93 elementor-widget elementor-widget-text-editor\" data-id=\"7eed1c93\" data-element_type=\"widget\" data-e-type=\"widget\" data-widget_type=\"text-editor.default\">\n\t\t\t\t<div class=\"elementor-widget-container\">\n\t\t\t\t\t\t\t\t\t<p><em><span style=\"font-size: 12px;\">Artikel ini sudah tayang di VIVA.co.id pada hari Senin, 10 November 2025 &#8211; 20:04 WIB<br \/>Judul Artikel : ISI Yogyakarta Dorong Inovasi Desain Furnitur Bambu Sleman untuk Pasar Global<br \/>Link Artikel : https:\/\/jogja.viva.co.id\/edukasi\/5167-isi-yogyakarta-dorong-inovasi-desain-furnitur-bambu-sleman-untuk-pasar-global<\/span><\/em><\/p><p><em><span style=\"font-size: 12px;\">Oleh : Fuska Sani Evani\/Cahyo Purnomo Edi<\/span><\/em><\/p>\t\t\t\t\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>\n\t\t\t\t<\/div>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>SLEMAN, VIVA Jogja &#8211; Bambu telah lama dikenal sebagai material alami yang kuat, ringan, elastis serta mudah dibudidayakan, serta memiliki peran penting dalam kehidupan masayarakat Indonesia. Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) menilai tantangan terbesar dalam pengolahan produk bambu adalah keterbatasan kapasitas pelaku usaha kecil dalam mengembangkan desain inovatif, sehingga produk yang dihasilkan cenderung [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":2,"featured_media":10780,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[242,36],"tags":[236,175,132,226,59,144,54,239,164],"class_list":["post-10778","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-abdimas-dppm","category-berita","tag-inovasi-seni","tag-isi-surakarta","tag-isi-yogyakarta","tag-kemdiktisaintek","tag-lppm","tag-pengabdian-masyarakat","tag-perguruan-tinggi","tag-pisn","tag-sleman"],"featured_image_src":{"landsacpe":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/6911efb2a7006-program-inovasi-seni-nusantara-isi-yogya_jogja-1140x445.jpg",1140,445,true],"list":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/6911efb2a7006-program-inovasi-seni-nusantara-isi-yogya_jogja-463x348.jpg",463,348,true],"medium":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/6911efb2a7006-program-inovasi-seni-nusantara-isi-yogya_jogja-300x169.jpg",300,169,true],"full":["https:\/\/lppm.isi.ac.id\/wp-content\/uploads\/2025\/11\/6911efb2a7006-program-inovasi-seni-nusantara-isi-yogya_jogja.jpg",1265,711,false]},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10778","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/users\/2"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=10778"}],"version-history":[{"count":8,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10778\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":10803,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/10778\/revisions\/10803"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media\/10780"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=10778"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=10778"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/lppm.isi.ac.id\/en\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=10778"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}