Institut Seni Indonesia menggelar penyuluhan seni di SMP N 1 Sentolo terkait penguatan branding lewat identitas visual baru. Acara yang berlangsung selama 12 kali pertemuan ini diselenggarakan mulai 21 Juli hingga 31 Oktober 2025 dan merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni dalam pengabdian masyarakat.
Program ini dipimpin oleh Ika Yulianti, S.ST., M.Sn., didampingi mahasiswa Imroatun Sholikah. SMP N 1 Sentolo terletak di Jl. Wates Km 18, Kulon Progo. Lembaga pendidikan di era modern ini diharapkan meningkatkan layanannya lebih optimal dan berkualitas. Minimnya identitas visual dan belum optimalnya cara sekolah menyampaikan keunggulan menjadi alasan mendasar diperlukannya program pendampingan ini. Sekolah juga berupaya memperkuat visi “Pendidikan sekolah nyaman, berkualitas, berkarakter dan berprestasi” melalui media visual yang modern, relevan dan komunikatif. Hal tesebut menjadi salah satu framewok yang diatur dalam program ini adalah penggunaan media visual modern, relevan, dan komunikatif dengan isu-isu aktual.
Dataframe analisis awal yang dilakukan oleh tim penyuluh adalah permasalahan-permasalahan terkait sekolah, beirupaa ingin menyampaikan melalui program ini, terutama dalam penguatan citra sekolah di Masyarakat, inovasi strategi promosi, dan metode penyampaian keunggulan sekolah secara konsisten. Penyuluhan seni kemudian dipilih sebagai solusi untuk merancang identitas visual baru yang mampu menjadi representasi nilai dan karakter sekolah.
Sebanyak 15 guru dan tenaga pendidik SMP N 1 Sentolo menjadi peserta inti program ini. Mereka mengikuti seluruh tahapan kegiatan yang dibagi menjadi 4 fase, yaitu riset, konseptualisasi, produksi desain dan evaluasi. Rangkaian implementasi tersebut meliputi :
- Diskusi perumusan karakter visual pada 15 Agustus 2025
- Pemetakan potensi seni pada 27 Agustus 2025
- Pembuatan Brief Desain pada 2 September 2025
- pengerjaan ide mascot dan sketsa pada 3-4 September 2025
- Digitalisasi Maskot pada 4 September 2025
- Pengembangan aplikasi desain pada 18-24 September 2025
- Evaluasi media branding pada 9-16 Oktober
Seluruh kegiatan dilakukan di lingkungan sekolah dengan moted Focus Grup Discussion(FGD), lokakarya kreatif, observasi serta pendampingan teknis pembuatan desain dan media aplikatif.

Kegiatan dimulai dengan proses riset mendalam yang dilakukan Bersama para guru dan tenaga pendidik untuk menggali nilai-nilai inti sekolah. Diskusi tersebut menghasilkan sejumlah karakteristik visual yang ingin ditampilkan, antara lain nilai berkarakter, berprestasi serta suasana yang nyaman.
Setelah perumusan karakter, tim penyuluh mengikuti melakukan pemetakan potensi seni sekolah dan mengolah data tersebut menjadi dokumen brief desain. Brief ini menjadi pedoman resmi dalam pembuatan identitas visual sekolah.
Pada tahapan berikutnya, peserta mengikuti sesi brainstorming untuk melahirkan ide mascot sekolah. Berbagai sketsa kemudian dikembangkan hingga akhirnya terpilih satu konsep yang dianggap paling relevan dan representative. Tahap produksi dilanjutkan dengan digitalisasi desain, pemilihan palet warrna, pengembangan ilustrasi dan penyusunan berbagai turunan desain untuk media informasi dan pembelajarn disekolah.
Dalam rangkaian proses tersebut, tim penyuluh menghasilkan identitas visual baru berupa mascot yang diberi nama “Gatotkaca Anantaka”, yang dijuluki “Satria Langit Penjaga Harapan Bangsa”. Maskot ini menampilkan sosok remaja dengan busana modern bernuansa tradisional yang terinspirasi dari tokoh pewayangan Gatotkaca. Palet warna emas dan biru dipilih untuk menggambarkan keberanian, kebijaksanaan, serta karekter unggul yang ingin ditanamkan kepada siswa.

Gatotkaca Anantaka digambarkan sebagai simbol kekuatan ilmu, keteguhan karakter, cita-cita tinggi dan semangat solidaritas. Pemaknaan tersebut sejalan dengan upaya sekolah dalam membentuk peserta didik yang berkarakter kuat, disiplin dan memiliki motivasi tinggi dalam belajar. Kehadiran mascot ini diharapkan dapat menjadi ikon baru di lingkungan sekolah yang mampu memotivasi siswa serta memperkuta branding SMP N 1 Sentolo. Maskot Gatotkaca Anantaka ini juga didaftarkan Hak cipta berupa karya seni gambar melalui fasilitasi dari LPPM ISI Yogyakarta.
Selain mascot, kegiatan ini juga menghasilkan beberapa produk visual lainnya, antara lain:
- Ilustrasi lingkungan sekolah berbasis mascot
- Poster dan media cetak promosi
- Stiker dan Stopmap sekolah
- Template PPT yang digunakan dalam pembelajaran
- Standing Character
Produk visual tersebut dirancang untuk digunakan baik dalam kegiatan internal sekolah maupun publikasi eksternal termasuk promosi penerimaan peserta didik baru.
Program penyuluhan seni ini memberikan dampak strategis bagi SMP N 1 Sentolo. Pertama sekolah kini memiliki identitas visual yang jelas dan konsisten, sehingga dapat memperkuat citra sekolah dimata masyarakat. Kedua, lingkungan sekolah mendapat sentuhan visual yang lebih hidup dan komunikatif, mendukung origram penguatan Pendidikan karakter. Ketiga, kompetensi guru dalam memahami strategi komunikasi visual meningkar, sehingga mereka dapat lebih kreatif dan inovatif dalam menyampaikan pembelajran dan mempromosiskan kegiatan sekolah. Selain itu, Kerjasama ISI Yogyakarta dan SMP N 1 Sentolo yang berdasar atas PKS, membuka peluang kemitraan baru di bidang Pendidikan dan pengembangan kreativitas berbasis seni.
Kegiatan penyuluhan seni di SMP N 1 Sentolo tidak hanya menghadirkan produk visual berupa mascot dan media branding lainnya, tetapi juga memberikan pemahaman komprehensif mengenai pentingnya identitas visual dalam dunia Pendidikan. Melalui pendampingan intensif dan kolaborasi aktif antara akademisi dan pendidik, sekolah kini memiliki fondasi branding yang lebih kuat untuk menghadapi persaingan dan memperkuat karakter Lembaga.
Pihak sekolah diharapkan dapat melanjutkan implementasi desain branding tersbeut secara konsisten pada seluruh media komunikasi agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.
Sumber: Tim Penyuluhan Seni Sentolo 2025