Yogyakarta — Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada dua dosen ISI Yogyakarta yang berhasil lolos dalam usulan penelitian Program Bestari-Saintek yang diselenggarakan oleh Direktorat Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi pada Direktorat Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Dua dosen yang dinyatakan lolos dalam program tersebut adalah Dr. Citra Aryandari, S.Sn., M.A., dosen Program Studi Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan, serta Dr. Sugeng Wardoyo, M.Sn., dosen Program Studi Kriya Fakultas Seni Rupa dan Desain.
Program Bestari-Saintek merupakan salah satu program strategis yang bertujuan mendorong terbentuknya Living Lab di lingkungan perguruan tinggi. Living Lab menjadi wadah kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan dunia industri dalam mengembangkan riset, inovasi, serta penerapan teknologi berbasis sains untuk menghasilkan solusi nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Keikutsertaan dan keberhasilan dosen ISI Yogyakarta dalam program ini menunjukkan semakin berkembangnya kontribusi akademisi seni dalam ekosistem riset nasional, khususnya dalam pengembangan inovasi berbasis seni, budaya, dan teknologi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Melalui keberhasilan ini, diharapkan kegiatan penelitian yang akan dilaksanakan dapat berkontribusi dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan, seni, dan teknologi yang inovatif serta berdampak pada pembangunan berbasis riset.
LPPM ISI Yogyakarta juga berharap capaian ini dapat menjadi inspirasi bagi para dosen dan peneliti lainnya untuk terus aktif berpartisipasi dalam berbagai program penelitian nasional maupun internasional, sehingga memperkuat posisi ISI Yogyakarta dalam pengembangan riset dan inovasi di bidang seni dan budaya.