Kampung Pedak Baru berada di pedukuhan Karangbendo kelurahan Banguntapan. Kampung ini berada di pinggir sungai Gajah wong, tepatnya berada di utara rel kereta api dan di timur kampus UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta. Wilayah yang sangat padat penduduk, hiruk pikuk kegiatan anak kos dengan kondisi ruang kos yang sederhana ditambah dengan suasan suara gemuruh kereta api yang setiap saat lewat, menjadi kesatuan kehidupan bagi warga Pedak Baru ini.
Letak Kampung ini diperbatasan tiga wilayah yakni Bantul, Sleman dan kota Yogyakarta, sebuah permukiman yang padat, kumuh dan berada di pinggiran sungai Gajah Wong dan Rel kereta api disisi selatannya. Kampung Pedak Baru ini berada di tengah-tengah kemegahan kota, bangunan kantor pemerintah, dan perumahan, infrastrukturnya relatif rusak, sarana prasarana kurang memadai, jalan yang sempit, air yang tercemar bakteri e coli dan sebagian rumahnya tidak layak huni, memiliki sanitasi yang kurang sehat dan sering jadi langganan dilanda banjir dari luapan sungai gajah wong yang taludnya belum terbangun kuat.
Status tanahnya adalah tanah kas desa dari kepemilikan Sultan ground. Keberadaan kampung Pedak Baru yang seperti inilah menjadi perhatian pemda kabupaten Bantul dan pemerintah pusat, sehingga pada tahun 2023 – 2024 kampung Pedak Baru ini khususnya di RW. 07 RT. 15, 16 dan 18 mendapat program dana alokasi khusus program penataan kawasan kumuh terpadu dari Kementrian PUPR. Kampung Pedak Baru menjadi fokus penataan lingkungan dan penguatan kelembagaan serta pengembangan potensi ekonomi dan sosial budaya.

Pelatihan batik di kampung Pedak Baru padukuhan karangbendo Kalurahan Banguntapan Bantul ini merupakan program Penyuluhan Seni dari Lembaga Pengabdian Kepada Masyarakat (LPM) ISI Yogyakarta, yang telah berlangsung dari mulai tanggal 21 Juli sampai dengan 13 Oktober 2025. Penyuluhan ini diikuti oleh para anggota dari kelompok batik Pedak Baru Gajah Wong, yang terdiri dari Ibu ibu dari kampung Pedak Baru. Kelompok Batik ini merupakan kelompok batik pemula, yang belum lama dibentuk.
Pelatihan ini diawali dengan pembuatan motif batik yang mengambil ide dari lingkungan kampung pedak baru yang telah tertata dari program penataan kawasan kumuh dari Kementerian PUPR, PT.KAI kerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Bantul. Kampung Pedak Baru telah berubah menjadi tertata asri, rumah-rumah penduduk berderet dan tertata, layak huni dan rapi, talud sungai gajah wong yang terbangun kokoh menjadi sahabat dan memperindah pemandangan kampung, didukung batas Rel yang lurus sejajar indah serta suara hiruk pikuk kereta api menginspirasi ide dasar motif batik khas Pedak Baru.
Proses selanjutnya pembuatan canting cap dari bahan kertas limbah, kemudian dilanjutkan dengan pelatihan mengecap dan mencanting. Setelah itu peserta melakukan praktek membuat batik cap kombinasi tulis, diantaranya membuat selendang dan busana batik.
Tujuan kegiatan pelatihan seni batik ini tidak lepas dari perwujudan visi misi kampung Pedak Baru Banguntapan dalam konsep penataan peningkatan kualitas permukiman kumuh sebagai pendukung visi misi Kalurahan Banguntapan yang lebih besar dalam hal pembangunan desa, yang sudah digali dari masyarakat, badan swadaya masyarakat serta pemerintah kalurahan yakni “Tertatanya Pedak Baru Banguntapan Yang Bersih Sehat Maju Sejahtera dan Mandiri”. Dengan misi; tertatanya kampung yang menumbuhkan kesadaran warganya untuk mewujudkan lingkungan permukiman yang tertata rapi, bersih dengan meningkatkan budaya dan kesadaran pola hidup bersih, sehat yang dapat meningkatkan dan mengembangkan kreativitas budaya masyarakat untuk hidup sehat dan tertib, maju dengan menumbuh kembangkan ekonomi kerakyatan yang produktif dan mandiri sejahtera.

Melalui pelatihan batik ini, diharapkan dapat menciptakan dan memproduk Batik khas kampung pedak baru secara mandiri, yang merupakan kekayaan seni tinggi, sehingga dapat memperkuat destinasi kampung wisata pinggir kali di tengah-tengah kota yang membutuhkan destinasi wisata alam dan budaya.
Dari usaha batik berdampak pada memeperkaya usaha rumah tangga lainnya seperti, kuliner, dan memperkuat budaya yang sudah dimiliki seperti seni hadroh, seni tari yang menjadi kekayaan seni budaya masyarakat pedak baru. Hasil produk dari pelatihan Batik ini dijadikan seragam ibu-ibu, diharapkan akan menjadi seragam bagi masyarakat Pedak Baru kelurahan Banguntapan.
Dengan selesainya pelatihan batik ini, Ketua Kelompok batik pedak baru mengharapkan adanya tindak lanjut sebagai pengembangan melalui program-program pemerintah setempat serta stakeholders lainnya; kelompok peduli, swasta, CSR (Corporate Social Responsibility) diharapkan dapat ikut serta mengembangkan pola produksi dan pasar guna meningkatkan usaha batik khas ini.
Menurut Bu Muryani selaku ketua RW 07 Pedak baru, kami berharap kedepan ada pelatihan seni batik lanjutan untuk meningkatkan kualitas produk batik yang dihasilkan. Bagi Pemerintah setempat diharapkan dapat melanjutkan program seni membatik dan dapat ditingkatkan pada Pelatihan kewirausahaan batik, hal ini sangat penting untuk membantu pengrajin batik meningkatkan kemampuannya dalam memasarkan produk batik yang dihasilkan dan meningkatkan pendapatan pengrajin batik. Baik melalui online, digital marketing atau show room.
Dengan mengkombinasikan keterampilan seni batik dan keterampilan kewirausahaan, pengrajin batik dapat meningkatkan kemampuan mereka dalam menghasilkan produk yang berkualitas dan juga dapat memperluas jangkauan pasar.
Sumber: Tim Penyuluhan Seni Karangbendo 2025