Edukasi dan Regenerasi Seni, Penyuluhan Karawitan Hidupkan Gamelan di Baturan Klaten

Edukasi dan Regenerasi Seni, Penyuluhan Karawitan Hidupkan Gamelan di Baturan Klaten

Kegiatan penyuluhan seni yang berfokus pada bidang karawitan merupakan upaya pelestarian budaya tradisional Jawa yang semakin tergerus oleh perkembangan zaman. Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Baturan, Desa Kepurun, Kecamatan Manisrenggo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, dengan melibatkan masyarakat setempat, khususnya kelompok seni karawitan Putra Laras, serta narasumber atau pelatih yang berkompeten di bidangnya. Penyuluhan ini dilaksanakan pada tanggal 21 Juli sampai dengan 13 Oktober 2025 sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang berorientasi pada penguatan nilai-nilai seni dan budaya lokal.

Tujuan utama kegiatan ini adalah menumbuhkan kembali minat masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap kesenian karawitan yang saat ini mulai mengalami penurunan eksistensi akibat masuknya hiburan modern dan media digital. Melalui pendekatan edukatif dan partisipatif, penyuluhan ini dilakukan dengan cara memberikan pelatihan dasar karawitan, pengenalan alat musik gamelan, serta pendampingan dalam praktik memainkan dan memahami makna filosofis yang terkandung dalam seni karawitan.

Dengan demikian, diharapkan kegiatan ini dapat menjadi langkah konkret dalam pelestarian seni tradisional sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Baturan. Materi penyuluhan yang dilaksanakan pada grup Gamelan Putra Laras di Baturan, Kepurun, Manisrenggo yaitu pengenalan pola tabuhan dan serta pengenalan beberapa gending atau lagu dari tradisi, campursari dan Garapan. Selain itu diperkenalkan pula tentang teknik penulisan musiknya dengan mempergunakan notasi kepatihan.

Pelaksanaan kegiatan penyuluhan seni karawitan dapat memberikan manfaat yang bersifat edukatif, sosial, dan kultural, baik bagi masyarakat setempat maupun pihak-pihak yang terlibat, antara lain: Kegiatan ini dapat menjadi media pembelajaran bagi masyarakat untuk memahami nilai-nilai estetika, filosofi, serta teknik dalam seni karawitan.

Selain itu, penyuluhan ini juga berperan dalam memperkenalkan kesenian tradisional kepada generasi muda secara sistematis dan menarik. Melalui kegiatan ini, diharapkan terbentuk ikatan sosial yang kuat di antara warga masyarakat melalui kerja sama, gotong royong, dan semangat kebersamaan dalam melestarikan budaya lokal. Karawitan dapat menjadi sarana mempererat hubungan antargenerasi serta memperkuat solidaritas sosial.

Penyuluhan ini berperan penting dalam menjaga eksistensi dan keberlanjutan seni karawitan sebagai identitas budaya masyarakat Jawa. Dengan demikian, kegiatan ini dapat membantu melindungi nilai-nilai tradisional dari pengaruh negatif globalisasi sekaligus menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya daerah sendiri.

Dari kegiatan penyuluhan seni karawitan ini menghasilkan beberapa luaran konkret yang dapat memberikan kontribusi bagi masyarakat dan pengembangan kebudayaan daerah. Selain menghasilkan luaran yang bersifat nyata, kegiatan ini juga diharapkan memberikan dampak positif jangka pendek maupun jangka panjang, baik bagi masyarakat maupun perkembangan kesenian lokal.

Pelaksanaan penyuluhan seni karawitan dilakukan melalui beberapa tahapan yaitu: tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi dan tindak lanjut. Keberhasilan kegiatan penyuluhan seni karawitan ini dapat diukur melalui beberapa indikator, yaitu: adanya peningkatan pengetahuan peserta tentang sejarah dan filosofi karawitan, peserta mampu memainkan alat gamelan secara individu maupun kelompok, terbentuknya kelompok seni karawitan yang aktif di Dusun Baturan, meningkatnya minat masyarakat terhadap kegiatan seni tradisional, serta adanya tindak lanjut dari pihak desa atau lembaga terkait dalam mendukung keberlanjutan program.

Kegiatan Penyuluhan Seni yang mengkhususkan Karawitan di Dusun Baturan, Kepurun, Manisrenggo, Klaten, Jawa Tengah telah terlaksana dengan baik dan memberikan hasil yang positif bagi masyarakat setempat.

Berdasarkan pelaksanaan dan hasil evaluasi kegiatan, dapat disimpulkan sebagai berikut: pelestarian seni karawitan memerlukan pendekatan edukatif dan partisipatif, melalui kegiatan penyuluhan, masyarakat tidak hanya memperoleh pengetahuan tentang karawitan, tetapi juga terlibat secara langsung dalam praktik kesenian tersebut, pendekatan ini terbukti mampu meningkatkan minat dan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya melestarikan budaya lokal, munculnya regenerasi pelaku seni karawitan di tingkat lokal.

Keterlibatan generasi muda dalam kegiatan ini menjadi langkah awal untuk memastikan keberlanjutan tradisi karawitan di Dusun Baturan, mereka mulai menunjukkan kemampuan dasar dalam memainkan gamelan dan memahami struktur musikal tradisional Jawa, terbentuknya wadah pelestarian budaya berbasis masyarakat.

Dengan demikian, kegiatan penyuluhan ini dapat disimpulkan sebagai bentuk nyata upaya pelestarian seni tradisional yang berkelanjutan, yang sekaligus berkontribusi pada pembangunan karakter dan jati diri masyarakat Jawa Tengah.

Sumber: Tim Penyuluhan Seni Baturan Klatenn 2025

Cari
Categories

Bagikan postingan ini

en_USEnglish