Pemuda Karangwaru Didorong Jadi Pelaku Kreatif Melalui Penyuluhan Seni Promosi Digital

Pemuda Karangwaru Didorong Jadi Pelaku Kreatif Melalui Penyuluhan Seni Promosi Digital

Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) sukses menyelenggarakan kegiatan Penyuluhan Seni: Penguatan Promosi Digital sebagai Destinasi Wisata Budaya melalui Partisipasi Pemuda di Kelurahan Karangwaru, Kemantren Tegalrejo, Kota Yogyakarta.

Program ini berlangsung selama 12 kali pertemuan sejak Agustus hingga Oktober 2025, dan difokuskan pada peningkatan kapasitas pemuda Karangwaru dalam bidang fotografi, videografi, serta pengelolaan media sosial sebagai sarana promosi potensi seni dan budaya lokal. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen ISI Yogyakarta yang terdiri dari Amanda Amalia Faustine Gittawati, S.I.Kom., M.A., Mutia Nurdina, S.T., M.Sc., dan Helena Fitri Dewi.

Penyuluhan ini bertujuan untuk membekali pemuda Karangwaru dengan keterampilan praktis dalam membuat konten promosi digital, agar mampu memperkuat citra Karangwaru sebagai kelurahan budaya dan destinasi wisata seni. Peserta mendapatkan pelatihan bertahap mulai dari teori dasar fotografi dan videografi, praktik pengambilan gambar dan video, hingga strategi pemasaran digital serta manajemen media sosial di platform seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

Kegiatan dilaksanakan di beberapa lokasi strategis di wilayah Karangwaru, termasuk Karangwaru Riverside, yang menjadi pusat aktivitas seni sekaligus ruang publik yang memiliki potensi visual tinggi untuk produksi konten digital. Sasaran utama kegiatan ini adalah para pemuda dan pemudi Karangwaru yang memiliki peran penting dalam pelestarian budaya dan promosi wilayahnya. Mereka diharapkan menjadi penggerak utama dalam menghadirkan wajah baru Karangwaru di ruang digital.

Kegiatan ini juga didukung oleh Lurah Karangwaru, Bapak Anggit Safrudin, A.Md., serta masyarakat setempat yang ikut berperan dalam memfasilitasi kegiatan seni dan promosi budaya. Sebanyak 15 peserta terlibat aktif dalam penyuluhan, di antaranya Nur Cahyo Syamsiyar, Muhammad Izzudin Al-Muqorrobin, Galuh Megawati Saputri, Arifin Putratama Rahmawan, dan Elvina Azmi Putri.

Para peserta menunjukkan antusiasme tinggi dengan kehadiran yang konsisten dalam setiap sesi teori maupun praktik. Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga bulan, dimulai pada 5 Agustus 2025 dan berakhir pada 12 Oktober 2025. Seluruh sesi dilaksanakan di Kelurahan Karangwaru, Kecamatan Tegalrejo, dengan waktu pertemuan bervariasi antara pagi hingga malam hari menyesuaikan dengan jadwal peserta yang sebagian besar merupakan mahasiswa dan pekerja muda.

Kelurahan Karangwaru merupakan salah satu rintisan kelurahan budaya di Kota Yogyakarta yang memiliki banyak potensi kesenian, seperti kelompok jathilan, tari tradisional, serta kegiatan tahunan  Merti Desa. Namun, potensi besar ini belum terpromosikan secara optimal di ruang digital karena keterbatasan dokumentasi, strategi pemasaran, dan keahlian pengelolaan media sosial di kalangan pemuda. Melalui penyuluhan ini, ISI Yogyakarta berupaya menghadirkan solusi konkret untuk memperkuat branding digital Karangwaru, sekaligus memberdayakan pemuda agar memiliki kemampuan produksi dan komunikasi visual yang relevan dengan perkembangan zaman.

Setiap sesi penyuluhan menggabungkan teori, diskusi, dan praktik langsung. Materi dimulai dengan pengantar pentingnya dokumentasi visual, dilanjutkan dengan pelatihan fotografi dan videografi dasar. Peserta belajar komposisi, pencahayaan, hingga pengambilan video dengan teknik framing dan angle yang efektif. Pada sesi berikutnya, mereka diperkenalkan dengan konsep digital marketing, storytelling, dan strategi konten media sosial. Kegiatan puncak berupa evaluasi dan presentasi hasil karya menampilkan portofolio foto, video, dan pengelolaan akun media sosial resmi Kelurahan Karangwaru.

Melalui bimbingan tim penyuluh, peserta berhasil membuat bank data visual digital, template desain media sosial, dan sejumlah konten promosi yang kini telah dipublikasikan di akun Instagram Kelurahan Karangwaru. Dari kegiatan ini, terlihat peningkatan signifikan pada kemampuan teknis dan kreatif peserta. Mereka tidak hanya mampu menghasilkan foto dan video berkualitas, tetapi juga memahami bagaimana menyusun narasi visual yang menarik dan mengelola akun media sosial dengan strategi yang terencana. Hasil nyata lainnya adalah meningkatnya aktivitas digital Kelurahan Karangwaru dan meningkatnya kolaborasi antara akun resmi kelurahan dengan akun pribadi para pemuda.

Kegiatan penyuluhan ini juga memberikan rekomendasi lanjutan berupa pembentukan tim media kelurahan yang terdiri dari para peserta pelatihan, serta penyediaan modul digital pembelajaran agar kegiatan serupa dapat dilanjutkan secara mandiri di masa depan. Dengan dukungan penuh dari ISI Yogyakarta dan partisipasi aktif masyarakat, penyuluhan seni ini menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Karangwaru sebagai kelurahan budaya berbasis digital. Semangat kolaboratif antara akademisi, pemerintah kelurahan, dan pemuda menjadi kunci utama dalam membangun ekosistem kreatif yang berkelanjutan di Yogyakarta.

Sumber: Tim Penyuluhan Karangwaru Yogyakarta 2025

Cari
Categories

Bagikan postingan ini

en_USEnglish