Program Penyuluhan Seni Tahun 2025 telah dilaksanakan dengan fokus pada pemanfaatan sampah daur ulang sebagai material desain mebel. Kegiatan ini menyasar kelompok Ansor Krapyak Pengrajin Mebel di Kelurahan Panggungharjo, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, sebagai upaya mendorong praktik desain berkelanjutan berbasis potensi lokal dan kesadaran ekologis.
Rangkaian kegiatan diawali dengan observasi lapangan oleh tim pelaksana yang diketuai oleh Bapak Mahdi Nurcahyo, S.Sn., M.A., serta diskusi bersama pihak Kelurahan dan BUMDes Panggungharjo untuk memetakan potensi, permasalahan, dan kebutuhan masyarakat. “Kegiatan ini sangat baik untuk pengembangan potensi ekonomi kreatif di wilayah Panggungharjo, syukur bisa berlanjut supaya memberi nilai berkedampakan bagi masyarakat”, ungkap Supandi (Koord. Pengrajin Krapyak).
Hasil analisis bersama di lapangan menjadi dasar penyusunan strategi pendampingan yang kontekstual, terutama terkait pengelolaan sampah dan peluang pengembangan produk kreatif berbasis daur ulang terutama di sektor desain produk furnitur.

Materi penyuluhan menekankan pengenalan konsep desain mebel ramah lingkungan, prinsip estetika dan ergonomi, serta pemanfaatan material bekas seperti potongan-potongan kayu, limbah plastik dan logam ringan sisa produksi. Kegiatan dilanjutkan dengan workshop desain dan pembuatan prototipe mebel daur ulang sederhana, yang memberikan pengalaman praktik langsung kepada peserta dalam mengolah material bekas menjadi produk fungsional.
Melalui kegiatan ini, peserta mengalami peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan kesadaran bahwa sampah dapat diolah menjadi produk bernilai guna dan ekonomis. Penyuluhan Seni Tahun 2025 diharapkan mampu mendorong tumbuhnya usaha kreatif berbasis daur ulang sekaligus berkontribusi pada terciptanya lingkungan yang lebih berkelanjutan, dan berdaya secara sosial.
Sumber: Tim Penyuluhan Seni Pangungharjo 2025