Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta melalui program Penyuluhan Seni Tahun 2025 menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Teknik Vokal bagi Kelompok Kor PKK Kalurahan Panembahan, Kemantren Kraton, Kota Yogyakarta, sebagai upaya meningkatkan kualitas olah vokal masyarakat berbasis komunitas. Kegiatan ini dilaksanakan oleh tim dosen Jurusan Pendidikan Seni Pertunjukan ISI Yogyakarta yang terdiri atas Hana Permata Heldisari, S.Pd., M.Pd. dan Dilla Octavianingrum, S.Pd., M.Pd. bersama mahasiswa pendamping Klementinus Jekson Raja Leta, dengan pendanaan dari DIPA ISI Yogyakarta Tahun 2025.
Pelatihan berlangsung mulai 21 Juli hingga 13 Oktober 2025 dengan melibatkan 20 anggota kor PKK. Program ini dirancang untuk memberikan pendampingan intensif dalam penguatan teknik bernyanyi, meliputi latihan pernapasan diafragma, vokalisasi, artikulasi, pembagian suara (Sopran–Alto–Tenor–Bass), serta latihan paduan suara. Selain pemantapan teknik dasar, peserta juga dibimbing membawakan beberapa repertoar lagu nasional dan daerah, seperti Indonesia Raya, Mengheningkan Cipta, Hari Merdeka, Rek Ayo Rek, Rayuan Pulau Kelapa, dan Berkibarlah Benderaku.
Pelatihan dilakukan melalui pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan metode demonstrasi, latihan drill, diskusi interaktif, umpan balik langsung, serta evaluasi berkala menggunakan rekaman audio dan video latihan. Model pembelajaran ini bertujuan menyesuaikan kebutuhan peserta sekaligus membangun kepercayaan diri untuk tampil secara kolektif.
Salah satu hasil kegiatan ditandai dengan pementasan Kelompok Kor PKK pada Upacara Peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 di Kemantren Kraton. Penampilan tersebut mendapatkan apresiasi dari pemerintah setempat sebagai bentuk kolaborasi positif antara akademisi, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam pengembangan seni berbasis komunitas.

Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada kualitas vokal peserta, terutama pada aspek resonansi suara, kejernihan artikulasi, penguasaan dinamika, serta ekspresi musikal. Selain itu, partisipasi dan motivasi anggota kelompok juga meningkat, tercermin dari kehadiran latihan yang lebih konsisten serta keberanian tampil di ruang publik.
Melalui kegiatan ini, ISI Yogyakarta kembali menegaskan peran Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, dengan menjadikan seni sebagai sarana pemberdayaan komunitas. Ke depan, tim penyuluh merekomendasikan agar latihan paduan suara dapat dilanjutkan secara mandiri dan berkelanjutan dengan pendampingan fasilitator, evaluasi rutin, serta integrasi program vokal ke dalam kegiatan resmi PKK Kalurahan Panembahan untuk menjaga dampak positif yang telah tercapai.
Sumber: Tim Penyuluhan Seni Panembahan Yogyakarta 2025